Minggu, 12 Mei 2013

Meninggalkan Shalat 5 Waktu, Sudah Biasa!

Cukup aneh juga saya melihat orang-orang di kantor, di pasar, di pantai. Tiba waktu shalat, eh malah tetap melanjutkan aktivitasnya. Yang bekerja tetap bekerja, yang bermain-main tetap bermain-main. Seakan-akan tidak peduli suara muadzin sedang memanggil kita.

Paling aneh biasanya lihat orang yang sedang bicara, biasanya dalam pertemuan resmi atau rapat formal, begitu mendengar suara adzan, si pembicara tiba-tiba berhenti, katanya menghormati adzan. Para pendengar juga seakan sedang khusuk mendengar adzan. Selesai adzan lanjut lagi kegiatan, sampai habis waktu shalat tidak kunjung menuju mushallah atau masjid terdekat.

Dunia memang penuh dengan keanehan. Mungkin saja ini terjadi karena ketidaktahuan kita.



Saudaraku, shalat adalah perkara yang tidak main-main. Ketika kita terlahir sebagai muslim, kita mengikrarkan diri sebagai hamba Allah, mengakui sesembahan hanya ditujukan padaNya, serta menerima dan mengikuti Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, maka semenjak saat itu kita harus sadar, bahwa kita bukan lagi manusia merdeka.

Kita terikat dengan beragam kewajiban, dan kepatuhan untuk meninggalkan banyak sekali larangan. Salah satu kewajiban yang paling penting adalah melaksanakan shalat 5 waktu.

Shalat adalah amalan kita yang paling pertama diperiksa.

“Sesungguhnya yang pertama kali akan diperhitungkan dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui-, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?”"Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?”Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.” (HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413, An-Nasai no. 461-463, dan Ibnu Majah no. 1425. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571)
Semua orang termasuk anda yang sedang membaca tulisan saya ini pasti akan mati (hehe...sory). Karena pasti mati, maka pasti juga akan diperiksa dan dimintai pertanggung jawaban atas kehidupan yang kita jalani ini.

Kira-kira, kalau kita tidak melaksanakan shalat 5 waktu, jawaban yang bisa kita jawab pada pemeriksaan di alam aklhirat nanti apa ya?

Identitas Muslim

Oh ya, shalat 5 waktu juga merupakan identitas kita sebagai seorang muslim atau yang mengaku Islam. Kalau meninggalkan shalat, apa masih bisa disebut sebagai orang Islam?

Sabda Rasulullah dalam hadits Buraidah Radhiyallahu ‘anhu : "Perjanjian (pembatas) antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir". Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/346) dan para penyusun kitab Sunnan denan isnad shahih, At-Turmudzi, kitab Al-Iman (2621), An-Nasa'i, kitab Ash-Shalah (1/232), Ibnu Majah, kitab Iqamatus Shalat (1079)
Perhatikan ancaman meninggalkan shalat pada hadist di atas. Tidak main-main bukan. Apakah kita termasuk orang yang diancam tersebut? Jangan sampai deh.


Meninggalkan shalat 5 waktu di zaman sekarang sudah biasa dilakukan bagi sebagian orang yang mengaku muslim. Akan tetapi, kita yang  tahu bahaya dari kebiasaan buruk ini sebaiknya segera sadar.

Bagi yang masih sering tidak tepat waktu shalatnya, harus lebih ditingkatkan menjadi lebih tepat waktu. Bagi muslim laki-laki shalatlah di masjid atau di mushallah secara berjamaah.

Jangan lupa ajak saudara-saudara kita melaksanakan shalat, karena surga tidak seru kalau gak ada mereka nantinya.

Semoga senantiasa diberkahi Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar dan tanggapan anda, akan saya tanggapi setelah saya membacanya.

Cari di Google