Jumat, 17 Oktober 2014

4 Ide Gila Untuk PLN

Saya punya 4 ide gila untuk PLN. Ide-ide ini terpendam selama bertahun-tahun dan saya menyimpan hasrat yang mendalam untuk menyampaikan ide gila saya ini kepda PLN.

Terima kasih kepada blogdetik dan PLN untuk eventnya, hingga saya bisa menyampaikan ide-ide saya dengan sesuka hati yang nantinya paling tidak tulisan ini akan dilirik-lirik orang PLN.

Apa saja ide-ide gila saya ini?
Teruslah membaca tulisan ini, karena ide yang saya tulis dalam blog ini akan benar-benar gila.



Pertama, PLN harus berubah menjadi bank syariah atau lembaga keuangan dengan kegiatan mendukung usaha mikro berbasis "bagi hasil". Hal ini saya usulkan karena saat ini susah sekali memulai usaha, apalagi kegiatan usaha yang hampir sepenuhnya menggunakan jasa PLN.

Sebagai contoh, sewaktu saya ingin membuka usaha warnet, saya terbentur dengan biaya pemasangan listrik dan harga listrik yang aduhai menggila.

Ide saya, cobalah PLN memberikan jasanya dengan tidak lebih dulu meminta pembayaran pada pelanggan semacam ini. Mulai dari pemasangan instalasi baru hingga tagihan listrik tiap bulannya. Akan tetapi, sebagai imbal balik, ada perjanjian kerja sama "bagi untung" dengan pelanggan pengusaha kecil seperti dalam kasus saya. Prosesnya mirip-mirip bank syariah gitu.



Jadi PLN akan turut serta menumbuhkan usaha-usaha muda Indonesia dan tentunya memberikan efek ganda (multiplier effect) pada perekonomian Indonesia, yang tentunya akan memberikan nilai tambah bagi perjuangan PLN mengisi kemerdekaan bla..bla... bla dan seterusnya. Intinya, PLN untung, bangsa untung.



Kedua, tagihan listrik harusnya dibayar flat. Hal ini akan sangat memudahkan PLN dan pelanggannya. PLN tidak perlu melakukan pencatatan dari rumah ke rumah atau menjual voucher penggunaan listrik pra bayar. Pelanggan cukup membayar setiap bulan dengan tarif yang sama. Win-win solution gitu.

Untuk ide ini, perlu kajian lebih dalam. Besaran pembayaran pun harus berdasarkan disesuaikan dan dibagi dalam beberapa golongan. Untuk masyarakat miskin, tarifnya tentu lebih murah, untuk usaha pun harus murah, tapi untuk pejabat dan orang kaya haruslah membayar mahal.

Ketiga, PLN harus lebih user friendly. Pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan kualitas keramahannya. Datang ke kantor PLN, disambut senyum, sapa, salam, peluk (bila dimungkinkan, hehe..). Setelah itu dikasi duduk di sofa empuk dan dilayani satu pelanggan satu meja layanan.

Sistem pelayanan berbasis loket atau meja resepsionis sudah kuno dan tidak lagi nyaman di era sekarang, Sudah saatnya PLN lebih user friendly dan welcome sama pelanggannya. Bukan kah PLN sebagai perusahaan akan lebih senang dikunjungi pelanggannya?

Ke empat, ini terkait layanan listrik PLN yang (maaf) sering byar pet alias putus hubungan atau padam listrik. Ide saya, kalau memang harus memadamkan listrik tolong dong disosialisasikan. Padamnya itu jam berapa, berapa lama, dan karena apa.

Sosialisasi kapan pemadaman akan dilakukan ini sangat penting. Gunanya untuk menjaga supaya konsumen tidak dirugikan lebih jauh. Alat-alat listrik bisa dimatikan menjelang waktu pemadaman, supaya alat-alat elektronik tidak kaget alias rusak. Kegiatan-kegiatan yang menggunakan listrik atau penerangan pun bisa dijadwalkan kembali. 



Lampu cadangan, HP, baterai tamiya, dan apa saja yang bisa di charger akan dicharger sampe full menjelang pemadaman. Supaya siap-siap menjelang pemadaman listik.

Ups, kalau boleh juga, waktu pemadaman listrik itu tengah malam saja, menjelang tidur malam, supaya lebih nyaman. Seet dah.

----

Sekian 4 ide gila saya untuk PLN tercinta. Agak aneh memang ide-ide ini, tapi saya yakin 4 ide gila ini bisa kok diterapkan. Asalkan ada kemauan, pasti ada jalan menuju ke Roma.

At anyway, saya berterima kasih kepada PLN atas jasa nya selama ini dan kepada blogdetik dengan event lomba blog ini. Sehingga saya bisa menuliskan ide saya, yang saya yakin akan dibaca oleh setidaknya 1 orangnya PLN. Hehe....




Salam terus terang PLN....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar dan tanggapan anda, akan saya tanggapi setelah saya membacanya.

Cari di Google