Minggu, 07 Desember 2014

Kurikulum 2013 Dimentahkan Lagi, Apa Sih yang Cocok?

Semenjak saya bersekolah, dari SD hingga saya lulus SMA tahun 2005 lalu, nanti saat-saat sekarang ini baru saya sedikit mengerti apa itu kurikulum.

Saya tertarik mengetahui ini karena kisruh seputar kurikulum 2013 yang katanya akan dimentahkan oleh menteri pendidikan yang baru, akhirnya saya mulai membaca menelaah seperti apa kurikulum pendidikan yang pernah saya tempuh dahulu.

Ternyata dari saya SD hingga SMA saya sudah mengenyam 3 kali pergantian kurikulum. Tapi menurut ingatan saya, hanya satu yang pernah membekas di hati, yakni kurikulum berbasis kompetensi, yang konon mulai diperkenalkan pada tahun 2004 atau saat saya kelas XI dan kelas XII di SMA.

Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) membekas di ingatan saya karena soal-soal test yang disajikan luar biasa susahnya.

Namun pada akhirnya, entah kenapa, saat ujian nasional (UAN) tahun 2005 soal-soal yang saya hadapi bukanlah model soal-soal kurikulum berbasis kompetensi yang susahnya minta ampun itu.





Soal-soal yang datang saat itu adalah soal dengan model kurikulum sebelumnya atau soal dengan tingkat kesulitan biasa-biasa saja. Mungkin saja pada saat itu, pemerintah tidak ingin melihat banyak pelajarnya tidak lulus. Terima kasih pemerintah.

Model Kurikulum

Sebagai orang yang pernah menjadi pelajar, menurut pandangan saya, semua kurikulum itu apa pun namanya tidak ada gunanya sama sekali. Jujur, yang saya butuhkan saat sekolah lalu adalah keterampilan untuk mengerjakan soal test dengan cepat dan benar. Itu saja.

Mengenai konsep atau dasar-dasar suatu materi biarlah menjadi pajangan dalam buku teks. Pada ujungnya nanti pelajar tidak diminta untuk mengungkap konsep itu, apalagi mengembangkannya. Tapi pelajar hanya dituntut untuk bisa menyelesaikan soal dari materi terkait.

Kenapa bisa seperti itu? 

Karena yang menjadi tolok ukur hampir semua jenjang pendidikan dan dunia kerja adalah ujian atau test.

Bayangkan saja, untuk lulus di SD harus lulus test ujian nasional, masuk SMP dan masuk SMA harus bisa lulus test ujian masuk, kelulusan SMP dan kelulusan SMA menjadi histeria setiap tahun karena untuk lulus harus lulus test ujian nasional.

Berangkat ke pendidikan yang lebih tinggi, di universitas, harus lulus ujian masuk dulu. Tidak lulus, maka silakan ke perguruan tinggi swasta atau perguruan tinggi yang grade nya lebih rendah.

Dunia kerja, menjadi PNS, harus lulus test, menjadi karyawan di suatu perusahaan, anda harus lulus test dan ujian yang berjenjang.

Semuanya bermuara pada kemampuan untuk lulus test atau ujian.

Jadi pemerintah, tolong stop itu kurikulum-kurikulum dan teori-teori aneh seputar itu, yang dibutuhkan pelajar sebenarnya hanya kemampuan mengerjakan test.

Lembaga Bimbingan Belajar

Inilah yang pada akhirnya menjadikan lembaga bimbingan belajar menjelang ujian akhir dan ujian masuk perguruan tinggi menjadi sangat laku.

Harus pula saya akui, saya akan sangat sulit untuk masuk salah satu jurusan terbaik di Universitas Hasanuddin jika tidak belajar keras trik mengerjakan test. Bukan belajar keras konsep atau materi suatu pelajaran.

Dan memang di bimbingan belajar yang mana saat itu saya ikut (JILC Makassar) ditekankan pada kemampuan mengerjakan test, sesuai dengan kebutuhan kami di masa itu.

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 adalah model baru kurikulum yang diimplementasikan  pemerintah sebagai pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah diadopsi oleh dunia pendidikan Indonesia selama lebih dari 6 tahun.



Tahun 2013 lalu beberapa sekolah telah diujicobakan untuk penerapan kurikulum baru ini. Alhasil, hingga saat ini kurikulum yang digadang-gadang akan memberikan harapan baru kemajuan pendidikan ini

Saat ini, kurikulum 2013 sudah dimentahkan alias tidak digunakan lagi dan proses pembelajaran kembali pada kurikulum KTSP 2006.

Menurut sumber yang saya dapatkan, kurikulum ini mirip-mirip penerapannya dengan kurikulum berbasis kompetensi, hanya saja yang ini lebih ramping dan lebih kompleks.

Ah sudahlah, mau kurikulum apa pun itu dengan sistem dan tatanan kehidupan saat ini, saya tetap yakin, yang cocok untuk pelajar adalah kurikulum yang menekankan kemampuan untuk 'mengerjakan test"'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar dan tanggapan anda, akan saya tanggapi setelah saya membacanya.

Cari di Google