Minggu, 18 September 2016

Mengenal Irman Gusman, Ketua DPD RI yang Ditangkap KPK

H. Irman Gusman, S.E., MBA adalah politisi senior, pejabat, dan pengusaha yang sukses di Indonesia. Sekarang Irman Gusman menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, periode 2014-2019. Irman Gusman lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada tanggal 11 Februari 1962.

Karier politik Irman Gusman dimulai saat beliau menjadi anggota Majelis Permussyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia pada tahun 1999. Irman Gusman mewakili Sumatera Barat. Irman kemudian menjadi populer karena ia dikenal sebagai pngusung ide lahirnya Dewan Perwakilan Dareah Republik Indonesia atau kita kenal dengan DPD RI.

Selanjutnya Irman Gusman terpilih sebagai anggota DPD RI dan menjabat wakil ketua. Saat itu, yang menjadi ketua DPD RI adalah Ginandjar Kartasasmita. Inilah periode pertama DPD RI berdiri.

Irman Gusman selanjutnya menjadi ketua DPD RI pada periode kedua. Dalam debutnya untuk menjadi ketua DPD RI, Irman harus mengalahkan saingan beratnya Laode Ida, senator asal Sulawesi Tenggara.

Hingga saat ini (2016), Irman Gusman adalah ketua DPD RI, Irman Gusman kembali menjabat sebagai ketua DPD RI setelah drama pemilihan ketua DPD RI yang cukup alot pada 2 Oktober 2014 lalu.

Suku Minangkabau

Bagi rakyat Minang, nama Irman Gusman diketahui memiliki gelar Datuak Rajo Nan Labiah (gelar kepenghuluan kaum Suku Pisang Nagari Guguak Tabek Sarojo).

Berdasarkan gelar tersebut menunjukkan bahwa Irman Gusman dari garis keturunan ibu, merupakan anggota Suku Pisang, salah satu pecahan dari Lareh Suku Piliang.

Lareh Suku Piliang berasal dari keturunan Datuk Ketumanggungan, yang sejatinya adalah anak dari Sultan Sri Maharaja Diraja dengan Puti Indo Jelita, yang jika ditarik silsilah ke atas atas adalah keturunan dari Dapunta Hyang, yang diketahui berasal dari Tanah Basa. (sumber)

Budaya Politik Indonesia

Irman Gusman memimpin DPD RI semakin maju dan lembaga yang baru terbentuk ini berhasil meningkatkan kiprah dan marwahnya dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, apalagi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan kembali kewenangan konstitusional DPD di bidang legislasi pada 27 Maret 2013 lalu.

Sebagai ketua DPD RI, Irman Gusman semakin kharismatik dan terkenal sebagai salah satu tokoh pemimpin nasional Indonesia. Seminggu setelah mendapat penghargaan sebagai Warga Kehormatan Kopassus TNI AD, Irman sebagai warga sipil pertama peraih penghargaan serupa bersama pimpinan DPD RI bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka konsultasi untuk implementasi Putusan MK.

Pada tanggal 10 April 2013, Presiden SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat, mengundangnya ikut konvensi calon presiden Partai Demokrat. Ia memandang proses konvensi Partai Demokrat itu sangat penting dalam rangka membangun budaya politik yang baik di Indonesia.

Ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Ironis, Irman Gusman akhirnya menjadi tersangka dan ditahan KPK atas dugaan kasus korupsi. Irman Gusman tertangkap tangan bersama ketiga rekannya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan saat menggelar konferensi pers terkait operasi tangkap tangan, Sabtu (17/9/2016) dini hari. Bahwa dalam operasi tangkap tangan ini, KPK menangkap empat orang berinisial XSS sebagai dirut CVSB, istri XSS berinisial MMI, WS adalah WS yang merupakan adik dari XSS, serta IG yang disebut "bapak" .

IG merupakan inisial dari Irman Gusman. Ketua KPK Agus Rahardjo lalu menuturkan kronologi operasi tangkap tangan keempat orang ini di rumah milik Irman Gusman.

Melihat perkembangan yang cukup mengagetkan ini, kita teringat kasus Akil Mochtar, mantap ketua Mahkamah Konstitusi yang juga mengakhiri kariernya karena tersandung kasus korupsi.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar dan tanggapan anda, akan saya tanggapi setelah saya membacanya.

Cari di Google